Rosonerri’s
Milanello de Italia

Agu
26

AFP Milan – Dua tahun yang dilewatkan Andriy Shevchenko bukanlah masa yang indah untuk dikenang. Tapi setelah pergi untuk bergabung dengan AC Milan, Sheva mengucapkan terimakasih.

Sheva tiba di Milan, Senin (25/8/2008), untuk melengkapi kepindahannya. Penyerang Ukraina berusia 31 tahun itu pulang ke klub yang pernah begitu sukses ia perkuat dari 1999-2006.

Di tengah sambutan ribuan fans Milan yang menyambut semenjak di Bandara serta di tempat latihan Rossoneri, Sheva berkata “Saya sangat bahagia berada di sini.”

“Dalam momen yang spesial untuk saya ini, saya juga ingin mengucapkan selamat tinggal kepada para fans Chelsea yang selalu mendukung saya dalam dua tahun terakhir ini. Saya benar-benar berterimakasih kepada mereka untuk ini,” lanjut Sheva seperti dilansir Reuters.

Di Milan, Sheva tampaknya akan diplot untuk bermain sebagai striker tunggal di lini depan. Eks bomber Dynamo Kiev itu akan disokong oleh dua gelandang serang, Kaka dan Ronaldinho.

Detail mengenai kontrak Sheva tetap rapat disimpan Milan dan Chelsea. Milan ingin meminjam Sheva, sementara Chelsea ingin menjual permanen. Media Italia memberitakan, kompromi dicapai dengan Milan meminjam tetapi membayar gaji Sheva

Agu
26

Schweinsteiger (AFP/Juergen Schwarz) Munich – Cuma meraih dua poin di dua laga perdana jelas bukan sesuatu yang diharapkan Bayern Munich. Bastian Schweinsteiger mengaku kecewa, meski yakin FC Hollywood masih terus berkembang.

Kedatangan Juergen Klinsmann sempat mencuatkan harapan besar akan banyaknya prestasi yang akan diraih Munich musim ini. Namun setelah menjalani dua pertandingan, indikasi yang terlihat justru sebaliknya karena Munich tertahan di posisi 11 klasemen setelah dua kali bermain imbang.

Usai ditahan Hamburg 2-2 pada laga perdana, akhir pekan lalu gantian Borussia Dortmund yang menahan laju mereka dengan skor 1-1. Yang lebih mengkhawatirkan adalah penampilan Mark van Bommel yang dianggap tak cukup memuaskan.

“Kami mampu memberikan perlawanan dan lebih tangguh dibanding Dortmund di babak kedua dengan satu pemain dikartu merah (van Bommel). Jika kami bisa memaksimalkan peluang, kami bisa mencetak satu gol lagi. Tapi bermain imbang setelah bermain selama 70 menit dengan satu pemain dikartu merah itu tak buruk,” ungkap Schweinsteiger di Goal.

Meski begitu bintang Jerman di Euro 2008 lalu itu masih punya keyakinan besar kalau hasil yang mereka raih di awal musim belum menunjukkan apa-apa. Gelandang 24 tahun itu melihat ada kemajuan yang diraih timnya saat menghadapi Dormund dibanding ketika menjamu Hamburg.

“Tentu saja kami tidak puas, karena kami tidak mendapat enam poin. Target kami adalah memenangi setiap pertandingan. Kami belum meraih hasil itu.”

“Kami belum sampai pada tujuan yang ingin kami capai, tapi kami terus membaik. Di pertandingan selanjutnya menghadapi Hertha (Berlin), tiga poin harus didapat,” simpul Schweinsteiger

Agu
26

AFP/Dani Pozo Madrid – Dua pemain Belanda di Real Madrid sama-sama menuai kartu merah dalam laga Supercopa Spanyol lawan Valencia. Usai “El Real” menang, mereka pun akhirnya bisa menarik nafas lega berbalut senyum.

Debut Rafael van der Vaart di Santiago Bernabeu tidak berakhir dengan baik. Di babak pertama lawan “El Che”, pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang serang tersebut harus meninggalkan lapangan setelah diacungi kartu merah oleh wasit.

Debut Rafael van der Vaart di Santiago Bernabeu tidak berakhir dengan baik. Di babak pertama lawan “El Che”, pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang serang tersebut harus meninggalkan lapangan setelah diacungi kartu merah oleh wasit.

“Itu adalah pelanggaran pertama saya di pertandingan dan wasit mengeluarkan saya. Tapi begitulah sepakbola,” ucap van der Vaart setengah heran, seperti dikutip Goal, Senin (25/8/2008).

Kehilangan satu pemain memang tak bikin “Los Blancos” mengendur. Namun, mereka kemudian malah harus kehilangan satu pemain lagi, Ruud van Nistelrooy, yang menerima kartu kuning kedua di menit ke-72. Padahal Madrid justru sedang berupaya keras mengejar ketinggalan agregat gol.

“Saya dalam keputusasaan ketika wasit mengeluarkan saya. Saya terus berpikir apa yang akan kami lakukan untuk mencetak tiga gol dengan sembilan orang,” ceplos Ruudtje.

Untung saja kedua pemain timnas Belanda itu akhirnya bisa terlepas dari rasa bersalah berkepanjangan karena Madrid bisa mencetak gol dan jadi jawara Supercopa Spanyol.

“Saya melihat pertandingannya lewat TV dengan Rafa (van der Vaart) di ruang ganti. Dua pemain depan dikeluarkan, dan kami saling melihat, mengatakan kepada diri sendiri, ‘Apa yang telah terjadi? Ini belum pernah terjadi’. Itu luar biasa!” seringai Ruudtje

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.